PENGARUH VARIASI KONSENTRASI KLOROFIL ALGA HIJAU TERHADAP PERFORMANSI SENSOR OPTIK BERBAHAN DYE DAN TiO2

Wuri Roro Indraswari, Panca Mudjirahardjo, Eka Maulana

Abstract


Pada penelitian ini, fabrikasi dari perancangan sensor optik dilakukan dengan menggunakan metode deposisi spin coating untuk pelapisan pasta TiO2. Bahan organik yang digunakan yaitu zat warna klorofil daun alga hijau. Substrat yang digunakan merupakan kaca TCO (Transparent Conductive Oxide) yang bersifat konduktif. Kaca TCO yang dilapisi pasta TiO2 dan telah direndam dalam zat warna klorofil berfungsi sebagai anoda, larutan elektrolit sebagai katalis, dan karbon hasil jelaga api lilin sebagai katoda, disusun dan dikombinasi dengan struktur berlapis. Larutan klorofil yang digunakan memiliki variasi konsentrasi berturut-turut 3:5; 4:5; dan 6:5 (massa terlarut : volume pelarut). Pengujian absorbansi menggunakan spektrofotometer dilakukan pada panjang gelombang 300 nm sampai 800 nm. Pada panjang gelombang 300 nm sampai 480 nm memiliki absorbansi atau penyerapan cahaya sebesar 4(a.u) untuk semua jenis dye dengan variasi konsentrasi yang berbeda. Namun, pada panjang gelombang 500nm sampai 680nm terlihat bahwa variasi konsentrasi terbesar memiliki tingkat absorbansi paling tinggi dibanding larutan lainnya. Pengujian performansi sensor optik berdimensi 2x2 cm2 dengan diberi cahaya lampu merkuri dihasilkan bahwa sensor optik yang telah direndam dalam dye 6:5 memiliki tegangan dan arus paling tinggi sebesar 626,4 mV dan 78,7(µA) pada iluminasi 30.000 lux. Selain itu, sensor tersebut memiliki sensitivitas 1,0875mV/10lux dan 0,0024 µA/lux, serta eror ketidakpastian 0,367% (pengujian tegangan) dan 0,481% (pengujian arus). Sensor optik optimal digunakan pada rentang suhu 32°C sampai 38°C.

 

Kata Kunci: Sensor Optik, Teknologi organik, Spin coating, Alga HIjau


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



 

gosip rumahan berita harian windows gadget toko game