SISTEM PENGENDALIAN SUHU PADA PROSES DISTILASI AIR LAUT TENAGA HYBRID UNTUK MENGHASILKAN AIR TAWAR MENGGUNAKAN ARDUINO

Authors

  • Teuku M. Faikar Firaz Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Muhammad Aziz Muslim Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Goegoes Dwi Nusantoro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Abstract

Makalah ini menyajikan hasil penelitian dari alat distilasi air laut untuk menghasilkan air tawar menggunakan sumber energi radiasi matahari dan Accu yang daya-nya dipasok oleh solar panel. Rumah evaporator (wadah air laut yang akan di uapkan) yang digunakan adalah prototype untuk peneliatian yang dibuat dengan desain sendiri. Di Indonesia, lama waktu ketersediaan radiasi (waktu matahari bersinar) yaitu rata-rata sekitar 12 jam sehari. Energi dari matahari ini dimanfaatkan untuk menguapkan air laut pada proses distilasi, dimana air tawar bisa didapat dari uap air laut yang mengembun. Pada penelitian ini, energi dari matahari tidak hanya digunakan untuk memanaskan air laut yang ada didalam wadah atau disebut sebagai rumah evaporator, namun juga untuk memberikan tenaga pada solar cell yang nantinya menghasilkan daya untuk mengisi Accu, sistem ini disebut sebagai sistem hybrid. Accu digunakan sebagai sumber tegangan yang disambungkan ke elemen pemanas yang berfungsi sebagai heater. Energi panas yang dikeluarkan oleh heater akan dikontrol dengan menggunakan kontroler proporsional berbasis Arduino Uno dengan harapan apabila panas dari matahari tidak mencukupi untuk proses penguapan atau suhu yang ada di dalam rumah evaporator tidak mencapai set point yang telah ditetapkan, maka heater akan aktif dan sistem tetap dapat bekerja. Suhu di dalam rumah evaporator dideteksi oleh sensor suhu PT100 yang akan diolah oleh Mikrokontroler Arduino Uno. Pada penelitian ini, dalam 3 liter air laut yang diuapkan selama 2 jam, dapat menghasilkan sekitar 115 ml air tawar.Kata Kunci—distilasi, hybrid, air laut, matahari, solar cell.

Downloads

Published

2015-02-02

Issue

Section

Articles