RANCANG BANGUN POWER FACTOR METER BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN METODE DETEKSI TEGANGAN DAN ARUS

Authors

  • Rizqi Taufiqurrahman Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Rini Nur Hasanah Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Hery Purnomo Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Abstract

Makalah ini menguraikan tentang perancangan alat pengukur faktor daya dengan menggunakan mikrokontroler NodeMCU sebagai perantara ke Internet atau sering disebut Internet of Things. Metode yang digunakan untuk mengukur faktor daya pada alat adalah metode deteksi tegangan dan arus yang membutuhkan data gelombang fasa tegangan dan arus. Gelombang tegangan dan arus yang diamankan dengan trafo tegangan dan trafo arus di komparasi dengan Ground (0V) menggunakan komparator. Keluaran dari komparator dijadikan masukan untuk gerbang XOR sehingga perbedaan fasa dapat terdeteksi di keluaran gerbang XOR. Perbedaan fasa diubah menjadi faktor daya di mikrokontroler menggunakan rekayasa perangkat lunak. Hasil dari perhitungan ditampilkan ke LCD dan juga dikirim ke cloud database berupa Firebase yang disediakan oleh Google dengan paket tak berbayar untuk diakses oleh smartphone. Dalam penelitian ini, pengujian alat dilakukan pada sepuluh macam beban dengan 3 jenis yaitu resistif, induktif dan non-linier. Dari data diperoleh kesalahan atau error rata-rata dari 3 macam beban (resistif, induktif dan non-linier) adalah 1,907%. Untuk beban resistif, kesalahan rata-ratanya adalah 0,675%. Untuk beban induktif, kesalahan rata-ratanya adalah 2,45%. Untuk beban non-linier, kesalahan rata-ratanya adalah 3,33%. Urutan kesalahan dari tertinggi hingga ke terendah adalah beban non-linier, beban induktif dan beban resistif. Beban non-linier memiliki rata-rata kesalahan tertinggi dari beban yang lainnya disebabkan oleh kompleksnya gelombang tegangan dan arusnya.Kata kunci: Faktor daya, Komparator, Gerbang XOR, Tegangan, Arus, Internet of Things.ABSTRACTThis paper describes the design of power factor gauges using the NodeMCU microcontroller as an intermediary to the Internet or often called the Internet of Things. The method used to measure the power factor of the device is the voltage and current detection method that requires voltage and current phase wave data. Voltage and current waves which secured in a voltage transformer and current transformers are compared with Ground (0V) using a comparator. The output of the comparator is input for the XOR gate so that phase differences can be detected at the XOR gate output. The phase difference is converted to a power factor in the microcontroller using the software engineering. The results of calculations are displayed on the LCD and also sent to the cloud database in the form of Firebase provided by Google with a free package to be accessed by a smartphone. In this study, tool testing was carried out on ten types of loads with 3 types namely resistive, inductive and non-linear. From the data obtained an error or an average error of 3 types of load (resistive, inductive and non-linear) is 1.907%. For resistive loads, the average error is 0.675%. For inductive loads, the average error is 2.45%. For non-linear loads, the average error is 3.33%. The error sequence from highest to lowest is non-linear load, inductive load, and resistive load. Non-linear loads have the highest average errors than other loads due to the complexity of the voltage and current waves.Keywords: Power Factor, Comparator, XOR Gate, Voltage, Current, Internet of Things.

Downloads

Published

2020-01-10

Issue

Section

Articles