REKONFIGURASI JARINGAN LISTRIK TEGANGAN RENDAH PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) ANDUNGBIRU

Authors

  • Edi Setiawan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Teguh Utomo Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Mahfudz Shidiq Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Abstract

Listrik merupakan sarana pendukung kegiatan masyarakat baik dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan maupun untuk mendorong pembangunan ekonomi.  PLN (Perusahaan Listrik Negara) sebagai penyedia listrik negara belum mampu menjangkau jaringan  listrik di desa-desa terpencil. Desa Andungbiru kecamatan Tiris kabupaten Probolinggo merupakan salah satu daerah yang memasang PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro). Kerena peningkatan beban setiap tahunnya, kondisi sekarang jaringan listrik PLTMH desa Andungbiru mengalami pembagian fasa R, S dan T yang kurang merata pada unit 1 dan unit 2. Keadaan tersebut  menyebabkan jatuh tegangan dan rugi daya sangat besar pada salurannya sehingga perlu direkonfigurasi ulang. Berdasarkan hasil rekonfiguarsi jaringan didapatkan jatuh tegangan fasa R, S dan T pada unit 1 adalah 7,9136% V, 5,9599% V, dan 6,4707% V yang sebelumnya 22,3385% V, 18,0570% V dan 47,3622% V. Pada hasil rekonfigurasi jaringan unit 2 untuk jatuh tegangan fasa R, S dan T adalah  2,6957%V, 1,4909% V dan 0,8985%V yang sebelumya  7,3672% V, 17,2237% V dan 13,8929% V. Rugi daya pada unit 1 setelah direkonfigurasi jaringan adalah 2873,3886 Watt yang sebelumya 20910,9708 Watt dan pada unit 2 setelah direkonfigurasi jaringan  adalah 221,0193 Watt yang sebelumya 1749,6933 Watt. Hasil rekonfigurasi jaringan dapat memperkecil jatuh tegangan dan rugi daya pada jaringan listrik tegangan rendah serta sesuai  dengan standar bahwa jatuh tegangan maksium 10% dari tegangan nominal 220V. Kata kunci: PLTMH, RekonfigurasiABSTRACT Electricity is a means to support community activities both in efforts to improve welfare and to encourage economic development. The National Electricity Company (PLN) as the state electricity provider has not been able to reach the electricity network in remote villages. Andungbiru Village, Tiris Subdistrict, Probolinggo Regency is one of the areas that installs PLTMH (Micro Hydro Power Plants). Due to the increase in load every year, the current conditions of the PLTMH power grid in Andungbiru village experience a more even distribution of R, S and T phases in units 1 and 2. This situation causes very large voltage drops and loss of power to the channel so it needs to be configured reset it. Based on the results of network configuration, phase voltage R, S and T in unit 1 is 7,9136% V, 5,9599% V, and 6,4707% V which was previously 22,3385% V, 18,0570% V and 47,3622% V. The results of reconfiguring unit 2 networks for falling phase voltage R, S and T are 2,6957% V, 1,4909% V and 0,8985% V which were previously 7.3672% V, 17,2237% V and 13,8929% V. The power loss in unit 1 after reconfiguring the network is 2873,3886 Watts which was previously 20910,9708 Watts and in unit 2 after reconfiguring the network is 221,0193 Watts which is 1749,6933 Watts. The results of network reconfiguration can reduce voltage drop and power loss in low voltage networks and in accordance with the standard that the maximum voltage drop is 10% of the nominal voltage of 220V.Keywords:PLTMH, Reconfiguration

Downloads

Published

2019-11-06

Issue

Section

Articles