PERBANDINGAN PERFORMANSI ARSITEKTUR SOFTWARE DEFINED NETWORK (SDN) DENGAN MENGGUNAKAN KONTROLER FLOODLIGHT DAN ARSITEKTUR TRADISIONAL

Winda Rizkita Puspitasari, Endah Budi Purnomowati

Abstract


Software Defined Network (SDN) merupakan konsep arsitektur jaringan terbaru yang diharapkan mewujudkan arsitektur jaringan yang mudah diatur, dinamis, biaya yang efektif dan mudah beradaptasi. Namun, kelebihan yang ditawarkan SDN belum tentu diiringi dengan peningkatan performa jaringan bila dibandingkan dengan jaringan tradisional (TCP/IP). Pada penelitian ini dilakukan perbandingan performansi jaringan dengan arsitektur SDN dengan kontroler Floodlight dan arsitektur tradisional (TCP/IP). Pengujian performansi dilakukan dengan emulator Mininet untuk jaringan SDN, emulator CORE untuk jaringan tradisional (TCP/IP) dan iPerf untuk membangkitkan trafik. Parameter yang diamati berupa latency, throughput dan packet loss. Pengujian latency menggunakan skenario penambahan switch/router dan pengujian throughput serta packet loss menggunakan skenario penambahan host. Terdapat tiga topologi yang disimulasikan, yaitu mesh, ring dan star. Berdasarkan hasil pengujian, arsitektur jaringan tradisional memiliki hasil yang lebih baik pada ketiga parameter yang diteliti dibandingkan dengan arsitektur SDN. Topologi mesh memiliki nilai latency dan throughput paling baik, namun memiliki nilai packet loss yang paling buruk. Topologi ring memiliki nilai packet loss paling baik dan latency serta throughput menempati urutan kedua setelah topoologi mesh. Topologi star memiliki performansi paling buruk.

Kata Kunci: Software Defined Network (SDN), openflow, Floodlight, TCP/IP

 

ABSTRACT

Software Defined Network (SDN) is the latest network architecture that is easy to set up, dynamic, cost effective and adaptable. However, the advantages offered by SDN are not necessarily related to increased network performance over traditional networks (TCP / IP). This study compares network performance versus SDN architecture with Floodlight controller and traditional architecture (TCP / IP). Performance tests were conducted using Mininet emulators for SDN networks, CORE traditional network (TCP / IP) emulators, and iPerf to generate traffic. The observed parameters were latency, throughput and packet loss. Latency tests use additional switch / router scenarios, as well as throughput testing and packet loss using hosted addition scenarios. There are three simulated topologies, ie mesh, ring and star. Based on the test results, the examined parameters are compared with the SDN architecture. The mesh topology has the best latency and throughput value, but the worst packet loss value. The ring topology has the best packet loss, both latency and throughput rank second, according to the mesh topology. The star topology has the worst performance.

Keywords: Software Defined Network (SDN), Openflow, Floodlight, TCP / IP


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.