PEMANTAUAN PROSES ELEKTROLISIS BERBASIS MIKROKONTROLER

Authors

  • AKbar Rizal Wicaksono Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Adharul Muttaqin Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Abstract

Elektrolisis yaitu peristiwa penguraian atas suatu larutan elektrolit yang telah dialiri oleh arus listrik searah. Sel elektrolisis terdiri dari larutan yang dapat menghantarkan listrik yang disebut elektrolit, dan dua buah elektroda yang berfungsi sebagai anoda dan katoda. Jika suatu elektrolit dilarutkan dalam air maka daya hantar air akan naik dengan cepat. Elektrolit akan terurai menjadi kation dan anion. Anion akan bergerak ke arah anoda dan menetralkan muatan positif H+ sedangkan kation akan bergerak ke arah katoda dan menetralkan muatan negatif OH-. Hal ini menyebabkan arus listrik dapat mengalir lebih lanjut. Untuk itu, digunakanlah air tidak murni 100% yang mempunyai sedikit ion terlarut, dan bisa membantu elektrolisis. Hal ini dapat dibuktikan daerah anoda akan bersifat asam sedangkan daerah katoda akan bersifat basa. Pada skripsi ini ditunjukkan bagaimana membuat suatu alat yang mampu memantau proses elektrolisis. Pemantauan terfokus pada pH, arus, daya, dan waktu selama proses elektrolisis. Elektroda yang digunakan pada elektrolisis ini adalah titanium yang dilapisi platina. Kemudian untuk menentukan pH dan waktu yang diinginkan dilakukan melalui keypad. Hasil pengukuran akan ditampilkan di LCD dan jika sudah pengukuran sudah tercapai maka sistem akan memberikan peringatan melalui buzzer. Pengukuran pH dilakukan dengan mematikan proses elektrolisis pada setiap interval waktu tertentu dan interval pH tertentu dan pengukuran arus dan daya dilakukan saat elektrolisis sedang berlangsung. Selama proses elektrolisis dilakukan pemantauan terhadap pH dalam interval waktu tertentu dan interval pH tertentu pada masing-masing anoda dan katoda serta pemantauan pada arus dan daya. Hasil pengujian menunjukan bahwa sistem dapat memantau pH, arus, daya dan waktu pada proses elektrolisis. Pada sensor yang digunakan terdapat Error pengukuran pH terbesar adalah 3.1 %, dan error pengukuran arus terbesar adalah 3.24 %. Pada pemantauan pH dari kedua mode ditunjukan bahwa setiap interval pH tertentu memiliki waktu perubahan yang berbeda dan setiap interval waktu tertentu memiliki perubahan pH yang berbeda pula. Pada pemantauan aliran arus dan penggunaan daya, rata-rata arus dan daya stabil tanpa perubahan yang drastis. Kata kunci  : Elektrolisis, Sensor pH, Arus DC, Arduino UNO.   ABSTRACT Electrolysis is the decomposition of an electrolyte solution which has been fed by direct current. The electrolysis cell consists of a solution that can conduct electricity called an electrolyte, and two electrodes that act as anodes and cathodes. If an electrolyte is dissolved in water then the conductivity of water will rise rapidly. Electrolytes will break down into cations and anions. Anions will move toward the anode and neutralize H+ while the cation will move toward the cathode and neutralize the OH-. This causes the electric current to flow further. For that reason, impure water is used which has few soluble ions, and can help electrolysis. It can be proved that the anode area will be acidic while the cathode region will be alkaline. This thesis shows how to make a device that is able to monitor the electrolysis process. Monitoring focuses on pH, current, power, and time during the electrolysis process. The electrode used in electrolysis is titanium coated with platinum. To determine the desired pH and time via the keypad. The measurement results will be displayed on the LCD and if the measurement has been reached then the system will give a warning via the buzzer. PH measurements are carried out by turning off the electrolysis process at certain time intervals and certain pH intervals and measurements of current and power are carried out when electrolysis is in progress. During the electrolysis process of monitoring the pH within a certain time interval and a certain pH interval on each anode and cathode as well as the current and power monitoring. Test results show that the system can monitor pH, current, power and time in the electrolysis process. The sensor used is the largest pH measurement error is 3.1%, and the largest current measurement error is 3.24%. The pH monitoring of both modes shows that each pH interval has a different change time and each time interval has a different pH change. In monitoring current flow and power usage, the average current and power are stable without drastic changes. Keywords: Electrolysis, pH Sensor, DC Current, Arduino UNO.

Downloads

Published

2018-08-14

Issue

Section

Articles