ANALISIS MANUVER JARINGAN SEBAGAI PERBAIKAN JATUH TEGANGAN TERHADAP SISTEM 70kV DI MALANG SELATAN

Authors

  • Muhammad Rosyid Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Mahfudz Shidiq Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Teguh Utomo Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Abstract

Energi listrik sekarang merupakan unsur yang sangat penting dalam menjalankan suatu aktivitas. Kebutuhan listrik di Indonesia meningkat seiring dengan perkembangan populasi penduduk yang meningkat. Normalnya Gardu Induk Kebonagung mempunyai tegangan nominal 150 kV, tetapi sekarang hanya mendapat suplai sekitar 130kV – 140kV. Sehingga menyebabkan gardu induk yang berada di bawah subsistem Gardu Induk Kebonagung yang terdiri dari Gardu Induk Turen, Gardu Induk Sengguruh, Gardu Induk Gampingan dan Gardu Induk Karangkates mendapat tegangan sekitar 58kV – 61kV yang normalnya itu 70 kV. Jatuh tegangan tersebut melebihi yang ditetapkan oleh PT. PLN (PERSERO), yaitu +5% hingga -10%. Perbaikan jatuh tegangan bisa dengan cara manuver jaringan yaitu dengan cara menambah jalur transmisi lagi dan penghitungannya dengan menggunakan metode Newton Raphson. Untuk manuver jaringan paling optimal adalah dengan penambahan dan perubahan jalur transmisi GI Kebonagung – GI Karangkates, GI Kebonagung – GI Gampingan ( GI Senguruh = 65,68kV, GI Turen = 64,08kV, GI Gampingan = 65,01, GI Karangkates = 65,38kV). Dengan hasil itu sudah memenuhi toleransi yang ditentukan oleh PT. PLN(PERSERO). Kata Kunci: tegangan, jatuh tegangan, Gardu Induk, jalur transmisi. ABSTRACT Electrical energy is now a very important element in running an activity. Electricity demand in Indonesia increases with the increasing population. Normally the Kebonagung Main Stage has a nominal voltage of 150 kV, but now only gets a supply around 130kV - 140kV. So causing substations under the subsystem of Substation of Kebonagung Substation consisting of Substation of Turen, Substation Sengguruh, Substation of Gampingan and Substation Karangkates only get voltage around  58kV - 61kV which normally it 70 kV. The voltage drop exceeds that specified by PT. PLN (PERSERO), ie + 5% to -10%. Improvement of voltage drop can be by way of network maneuvers that is by adding more transmission lines and calculations using Newton Raphson method. For the most optimal network maneuver is the addition and change of GI Kebonagung - GI Karangkates transmission line, GI Kebonagung – GI Gampingan (GI Sengguruh = 65.68kV, GI Turen = 64.08kV, GI Gampingan = 65.01, GI Karangkates = 65.34kV ). With that result already meets the tolerance specified by PT. PLN (PERSERO). Keyword: voltage, drop voltage, substation,transmission line

Downloads

Published

2018-08-10

Issue

Section

Articles