EVALUASI TEKNIS DAN EKONOMIS PADA PENGOPERASIAN PLTMH WOT LEMAH 20 KW DI DESA SELOLIMAN KABUPATEN MOJOKERTO

Authors

  • Anwi Kusuma Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Teguh Utomo Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Wot Lemah adalah salah satu pembangkit listrik yang ada di Desa Seloliman, Kabupaten Mojokerto. PLTMH Wot Lemah digunakan memenuhi kebutuhan energi listrik pada Dusun Biting dan Dusun Balekambang yang belum terdapat listrik dari PLN. PLTMH Wot Lemah dibangun dengan memanfaatkan aliran sungai yang sama pada PLTMH Kali Maron, yaitu Kali Maron. Paska pembangunan dan selama pengoperasian, PLTMH Wot Lemah belum pernah dilakukan evaluasi terkait kinerja dari PLTMH (aspek teknis) maupun aspek ekonomis dan finansial sehingga pengelola tidak mengetahui bagaimana kondisi sesungguhnya kinerja PLTMH saat kondisi berbeban, potensi sumber daya air saat ini yang ada, dan bagaimana kelayakan dari aspek ekonomis dan finansial PLTMH Wot Lemah selama beroperasi. Berdasarkan hasil evaluasi, pada aspek teknis, daya listrik yang masih bisa dibangkitkan sebesar 17,04495 kW dengan debit air sebesar 0,2923 m3/s dan head sebesar 12,3231 meter. Kapasitas daya terpasang PLTMH sebesar 20 kW, sedangkan saat dilakukan pengukuran pada daya keluaran generator yang terukur pada sisi pembangkit sebesar 14 kW, dengan penggunaan daya nyata tiga fasa rata-rata pada saat beban puncak sebesar 5,0528 kW dan daya semu tiga fasa rata- rata sebesar 5,9026 kVA. Pada pengoperasian PLTMH Wot Lemah, daya yang terpakai belum optimal, hanya 5,0528 kW dari 14 kW atau sekitar 36,0914%, sehingga masih bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan daya atau beban yang lain. Berdasarkan standar atau ketentuan umum yang berlaku pada IMIDAP (Integrated Microhydro Development and Application Program) tahun 2009 oleh Kementerian ESDM, pada beberapa komponen sipil, mekanikal dan elektrikal pada PLTMH Wot Lemah masih perlu dilakukan perbaikan pada beberapa komponen. Sedangkan pada aspek ekonomis, jika PLTMH dioperasikan dengan kondisi saat ini, maka berdasarkan standar IMIDAP, mengalami kerugian atau dikatakan tidak layak, akan tetapi jika dioperasikan secara on grid dengan PLN seperti PLTMH Kali Maron, maka PLTMH Wot Lemah mendapatkan untung atau dikatakan layak. Kata kunci: PLTMH, Evaluasi, Metode Apungan, Metode Selang Air, Daya Nyata, NPV, BCR ABSTRACT Wot Lemah Micro Hydro Power Plant (MHPP) is one of the existing power plant in the village of Seloliman, Mojokerto. Wot Lemah MHPP used to fulfil the necessary of electricity in Dusun Biting and Dusun Balekambang that has been no electricity from PLN sources. Wot Lemah MHPP constructed by utilizing the same water source from Kali Maron’s flow. After construction and during operation, the MHPP has never evaluated due to the performance of the MHPP based on technical, economic, and financial aspects. So, the organizer does not know about the real condition of the performance of the MHPP in the load condition, the potential water resource, and how the feasibility of economic and financial aspects of the MHPP Wot Lemah during operation. Based on the evaluation from the technical aspect, theoretically, the potential of electric power in MHPP Wot Lemah is 17,04495 kW with the site measurement of flow is 0,2923 m3 / s while the head is 12,3231 meter. The installed power in Wot Lemah MHPP is 20 kW, but when measuring the output power of the generator while in the load condition, the three-phase output power is 14 kW with the average used of three-phase electrical power during peak load time is 5,0528 kW and the average used of the apparent power in three-phase is 5,9026 kVA. Due to the operation of Wot Lemah MHPP, the power used by consumers is not optimum yet, only 5,0528 kW from 14 kW or equal to 36,0914%, so it still can be used for another utility. Based on standard or common provisions from IMIDAP (Integrated Microhydro Development and Application Program) in 2009 by the Ministry of Energy, in several components of civil, mechanical and electrical on MHPP Wot Lemah is still needs to be improved or repaired in some components. While in the economic aspect, if Wot Lemah MHPP still operates by its current condition, based on IMIDAP standards, then the Wot Lemah MHPP is not feasible in the economic and financial aspects, but if it operates as same as Kali Maron MHPP using the alternative way (on grid), then based on IMIDAP standards, Wot Lemah MHPP is feasible during the operation. Keywords: MHPP, Evaluation, Floating Method, Water Filled Tube Method, Real Power, NPV, BCR

Downloads

Published

2018-08-08

Issue

Section

Articles